Tampilkan postingan dengan label marinir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label marinir. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 September 2016

Indonesia Menerima Pengiriman Kendaraan Lapis Baja Angkut Personel Amfibi BTR-4M Baru dari Ukraina


BTR-4M photo : Defence Military


Indonesia Menerima Pengiriman Kendaraan Lapis Baja Angkut Personel Amfibi BTR-4M Baru dari Ukraina

Korps Marinir Indonesia telah menerima pengiriman batch pertama dari BTR-4M kendaraan lapis baja amfibi Ukraina yang baru.

Kapal MV Texel membawa lima unit kendaraan lapis baja amfibi BTR-4M baru tiba di pelabuhan dermaga Tanjung Priok di Indonesia pada 28 September 2016. Pada bulan Agustus, kapal Texel yang mengangkut kendaraan lapis baja beroda BTR-4M buatan Ukraina telah terlihat oleh Yoruk Isik selama transit di Bosphorus, Turki.

Kebutuhan Indonesia untuk kendaraan lapis baja beroda adalah total 55 unit. Kendaraan lapis baja untuk Marinir ini adalah untuk menggantikan BTR-50 Indonesia yang telah semakin tua usianya.

Versi baru dari BTR-4M memiliki mesin Deutz dan menerima paket upgrade untuk memberikan kemampuan amfibi sepenuhnya. Kendaraan amfibi lapis baja baru ini dapat berenang di laut dan mengatasi hambatan air di pedalaman tanpa memerlukan perubahan konfigurasi.

Sumber: Defence Blog


BTR-4M photo : Defence Military

TOKO FARSA DI TOKOPEDIA
 
TOKO FARSA DI BUKALAPAK

Minggu, 28 Agustus 2016

Ukraina Perkenalkan Kendaraan Amfibi Lapis Baja BTR-4 untuk Indonesia



Foto kendaraan lapis baja amfibi BTR-4 oleh National Academy of Garda Nasional Ukraina nangu.edu.ua

Ukraine State Concern «Ukroboronprom» mengungkap model upgrade dari kendaraan lapis baja amfibi BTR-4E untuk Angkatan Laut Indonesia, demikian menurut defense-studies.blogspot.com.
Pada akhir 2014 negosiasi antara manajemen Spectechnoexport dan perwakilan dari Kementerian Pertahanan dan Korps Marinir dari Angkatan Laut dari Indonesia dilakukan di Jakarta. Dalam negosiasi tersebut, persyaratan mendasar dari kontrak pembelian BTR-4 dalam jumlah 50 unit, dibahas.
Sebagai pengingat, «Ukroboronprom» telah memenangkan tender untuk kendaraan lapis baja yang dibeli untuk keperluan Angkatan Laut dari Indonesia dengan menawarkan BTR-4 yang diproduksi oleh Kharkiv Morozov Biro Desain machne-Building.
Versi baru dari BTR-4 memiliki mesin Deutz dan menerima paket upgrade untuk memberikan kemampuan amfibi sepenuhnya . Kendaraan amfibi lapis baja baru itu dapat berenang di laut dan menghadapi hambatan air di kawasan pedalaman tanpa perlu ada perubahan konfigurasi.
Desain dan tata letak mesin tidak memungkinkan adanya modifikasi untuk menghasilkan perubahan yang signifikan, peningkatan prteksi dan senjata yang telah ada. Ranpur ini dapat digunakan oleh divisi infanteri mekanis pasukan darat sebagai kendaraan lapis baja atau kendaraan tempur beroda infanteri.

Sumber: Defence Blog

KEMBALI KE HALAMAN UTAMA

TOKO FARSA DI TOKOPEDIA
 
TOKO FARSA DI BUKALAPAK

Jumat, 19 Agustus 2016

Indonesia Uji Sistem Pertahanan Udara Baru Buatan Cina

Ridzwan Rahmat, Singapura - IHS Jane Defence Weekly
16 Agustus 2016

Senjata laras ganda 35 mm Type 90, bagian dari sistem pertahanan udara baru Korps  Marinir Indonesia dari NORINCO, terlihat selama uji penembakan di Sukabumi. Sumber: Kantor Korps Marinir Indonesia urusan publik, Sukabumi.

Poin kunci

  • Indonesia sedang mempersiapkan untuk mengintegrasikan sistem pertahanan udara terpadu buatan Cina dengan korps lautnya
  • Integrasi dilakukan pada saat hubungan antara kedua negara sedang semakin diuji terkait sikap Beijing di Laut Cina Selatan
Korps Marinir Indonesia (Korps Marinir, atau Kormar) telah melakukan uji penembakan pertama dari sistem pertahanan udara baru yang diperoleh dari Cina Utara Industries (NORINCO), sebuah sumber yang dekat dengan satuan tersebut dikonfirmasi oleh IHS Jane pada 15 Agustus.
 
Ujian, di mana kendaraan udara tak berawak (UAV) dikerahkan sebagai target, dilakukan di pantai Batu Bintang di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat pada tanggal 12 Agustus. Hadir dalam tes teknisi dari NORINCO untuk melatih personil Kormar dalam penanganan sistem.
 
Set-up yang dikerahkan terdiri dari empat unit sistem senjata ganda anti pesawat terbang Type 90 35 mm yang diderek, satu AF902 radar bergerak untuk kontrol penembakan sistem pertahanan udara, dan empat unit power supply mobile. Komponen tersebut, dikirimkan oleh NORINCO pada bulan Juli 2016, diuji dalam mode akuisisi target dan deteksi otomatis.
 
"Penembakan dilakukan untuk menunjukkan kemampuan sistem anti-pesawat ini yang akan dioperasikan oleh Batalion Artileri Pertahanan Udara Batalion Kedua Kormar ini", kata kantor urusan layanan publik di Sukabumi, dalam keterangan terkait pengujian ini.

Sumber: IHS Jane's 
TOKO FARSA DI TOKOPEDIA
 
TOKO FARSA DI BUKALAPAK

 

Selasa, 16 Agustus 2016

Kasal Laksamana TNI Ade Supandi Saksikan Uji Coba Roket RM-70 Vampire



 Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi mengecek senjata baru Korps Marinir TNI AL, RM-70 Multi Launch Rocket System (MLRS) kaliber 122 MM Vampire saat uji coba di Pusat Latihan Tempur Korps Marinir Baluran, Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur, Selasa (02/8/2016).
 Prajurit Marinir membidik sasaran.
  RM-70 Vampire asal Ceko ini memiliki jarak tempuh 20,75 km dan mampu meluluh lantakkan area seluar 3 hektar.
 RM-70 Vampire asal Ceko ini memiliki jarak tempuh 20,75 km dan mampu meluluh lantakkan area seluar 3 hektar.


Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi menyaksikan uji coba senjata baru Korps Marinir TNI AL, RM-70 Multi Launch Rocket System (MLRS) kaliber 122 MM Vampire di Pusat Latihan Tempur Korps Marinir Baluran, Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur, Selasa (02/8/2016). RM-70 Vampire buatan Ceko yang memiliki jarak tempuh 20,75 km dan mampu meluluhlantakkan area seluar 3 hektar ini bakal memperkuat alutsista Korps Marinir TNI AL.


TOKO FARSA DI TOKOPEDIA
 
TOKO FARSA DI BUKALAPAK

Jumat, 11 Desember 2015

Indonesia Menguji Roket R-Han 122 Yang Telah Ditingkatkan Kemampuannya

12 Oktober 2015

Roket asli buatan Indonesia, RHAN 122mm dengan versi terbaru yang lebih baik, berhasil diluncurkan pada kegiatan uji tembak di fasilitas Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) di Garut, Jawa Barat pada Agustus 2015.


Pengujian mutakhir itu memvalidasi peningkatan stabilitas penerbangan dan jarak jangkauan yang diterapkan pada desain roket R-HAN 122B setelah tes sebelumnya di bulan Juni.

BACA ARTIKEL LENGKAP