16 Agustus 2016
Senjata laras ganda 35 mm Type
90, bagian dari sistem pertahanan udara baru Korps
Marinir Indonesia dari NORINCO, terlihat selama uji penembakan di
Sukabumi. Sumber: Kantor Korps Marinir Indonesia urusan publik, Sukabumi.
Poin kunci
- Indonesia sedang mempersiapkan untuk mengintegrasikan sistem pertahanan udara terpadu buatan Cina dengan korps lautnya
- Integrasi dilakukan pada saat hubungan antara kedua negara sedang semakin diuji terkait sikap Beijing di Laut Cina Selatan
Ujian, di mana kendaraan udara tak berawak (UAV) dikerahkan sebagai target, dilakukan di pantai Batu Bintang di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat pada tanggal 12 Agustus. Hadir dalam tes teknisi dari NORINCO untuk melatih personil Kormar dalam penanganan sistem.
Set-up yang dikerahkan terdiri dari empat unit sistem senjata ganda anti pesawat terbang Type 90 35 mm yang diderek, satu AF902 radar bergerak untuk kontrol penembakan sistem pertahanan udara, dan empat unit power supply mobile. Komponen tersebut, dikirimkan oleh NORINCO pada bulan Juli 2016, diuji dalam mode akuisisi target dan deteksi otomatis.
"Penembakan dilakukan untuk menunjukkan kemampuan sistem anti-pesawat ini yang akan dioperasikan oleh Batalion Artileri Pertahanan Udara Batalion Kedua Kormar ini", kata kantor urusan layanan publik di Sukabumi, dalam keterangan terkait pengujian ini.
Sumber: IHS Jane's
TOKO FARSA DI TOKOPEDIA
TOKO FARSA DI BUKALAPAK
Tidak ada komentar:
Posting Komentar