Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 September 2016

Militer Indonesia Beli Tiga Pesawat Tanpa Awak WIG Wifanusa


Jul 22, 2016

Angkatan Bersenjata Indonesia (TNI) telah membeli buah pesawat tiga unit pesawat tanpa awak Wing in Ground Effect  (WIG) Wifanusa. 

Pesawat Wing in Ground Effect (WIG) merupakan sebuah teknologi baru yang memungkinkan transportasi di atas air, dengan karakteristik memadukan pesawat terbang dan kapal laut.

Drone Wifanusa adalah campuran UAV-USV (Unmanned Surface Vessel atau kapal permukaan berawak) ke desain perahu.

Ada dua tipe drone OS - Wifanusa, pertama OS - Wifanusa SL - D70 (bentang sayap 4,2 meter) dan OS - Wifanusa SL - D28 (bentang sayap 6,4 meter). Tipe kedua telah lulus uji sertifikasi kelaikan udara militer.

Dua tipe dari drone ini mampu terbang 6-8 jam dan 8-10 jam dengan kemampuan jelajah mandiri hingga mencapai 100 km dan membawa kamera canggih untuk pengawasan serta foto udara untuk tujuan pemetaan. Mampu lepas landas dan mendarat di tanah atau di air.

Tiga unit drone telah dibeli oleh Departemen Pertahanan untuk dioperasikan di wilayah perbatasan dan juga di ZEE Natuna.

Sumber: Defence Blog



Referensi lain:



TOKO FARSA DI TOKOPEDIA
 
TOKO FARSA DI BUKALAPAK


Selasa, 16 Agustus 2016

POSCO Daewoo menandatangani MOU dengan galangan kapal terbesar di Indonesia

Diperbarui: 2016/08/04 11:07



POSCO Daewoo

[THE INVESTOR] POSCO Daewoo diumumkan pada tanggal 4 Agustus bahwa pihaknya telah menandatangani nota kesepakatan dengan galangan kapal PT PAL terbesar Indonesia untuk memasok bahan untuk pembuatan kapal senilai US $ 150 juta. 

Perusahaan perdagangan Korea akan menyediakan bahan, termasuk mesin kapal, untuk galangan kapal milik negara yang akan membangun 10 kapal patroli dan dukungan kapal satu tempur untuk pengiriman ke Angkatan Laut dan kementerian Indonesia. 

"Kami telah diakui untuk kemampuan kami ditunjukkan oleh proyek-proyek sebelumnya seperti transfer teknologi untuk membangun mendarat dermaga kapal untuk Angkatan Laut Indonesia dari 2006 hingga 2010," kata Kim Young-bernyanyi, Presiden dan CEO POSCO Daewoo. 

"Kami akan memperluas bisnis kami ke platform laut, kapal-kapal nelayan dan feri." 

"Sebagai pemerintah Indonesia akan Reshuffle kami enam galangan kapal milik negara berpusat di sekitar PT PAL, kami berharap untuk berkolaborasi lebih dengan POSCO Daewoo," kata Muhammad Firmansyah Arifin, Presiden PT PAL. 

Oleh Hwang Anda-mee (glamazon@heraldcorp.com)

Sumber: Korea Herald
TOKO FARSA DI TOKOPEDIA
 
TOKO FARSA DI BUKALAPAK

Ini Dia Kapal Baru TNI AL: KRI Tarakan-905

August 8, 2016


Senin pagi (8/8), di Dermaga Dok Kodja Bahari Jakarta Utara, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi meresmikan beroperasinya KRI Tarakan-905. KRI Tarakan merupakan jenis kapal Bantu Cair Minyak (BCM) yang pertama dibuat di dalam negeri. Nantinya semua kapal BCM yang dibuat di dalam negeri akan mengacu kepada desain KRI Tarakan. Kementrian pertahanan sendiri memesan dua buah kapal BCM kelas Tarakan kepada PT. Dok Kodja Bahari. Kapal kedua rencananya akan selesai pada pertengahan atau akhir tahun 2017.

KRI Tarakan-905 memiliki bobot sekitar 2.400 ton dan panjang 122 meter. Kapal ini juga mampu dipacu hingga kecepatan 16 knot serta memiliki helipad yang mampu didarati helikopter sekelas NBell-412. Sebagai kapal BBM, KRI Tarakan mampu memuat 5.500 meter kubik bahan bakar, serta mampu melakukan bekal ulang di lautan yang dikenal dengan metode RAS atau Replenishment at Sea. Usai diresmikan, KRI Tarakan akan bergabung di Satuan Bantuan Komando Armada Timur TNI AL.

Yang unik dari kapal ini adalah kisah peresmiannya. Sebenarnya pada 2014 lalu, KRI Tarakan sempat diresmikan oleh Menhan Purnomo Yusgiantoro. Bahkan kapal ini sempat melakukansailing pass pada HUT TNI tahun 2014. Namun, akhirnya kapal dikembalikan ke pembuatnya di Dok Kodja Bahari. Ternyata, sebagian peralatan pada tahun itu belum komplit terpasang.
“Waktu itu yang penting bisa bernavigasi, kemudian berlayar dengan aman mengikuti sailing pass,” Jelas KSAL Laksamana TNI Ade Supandi. Meski demikian, pengadaan kapal yang ditandatangani pada 2011 lalu ini memang sudah sangat telat dari jadwal. “Beberapa keterlambatan itu sudah dibicarakan, termasuk dendanya sesuai aturan,” imbuh KSAL.
Hingga kini TNI AL memiliki enam buah kapal bantu cair yang usianya sudah sangat tua. Pengadaan kapal bantu logistik seharusnya juga diutamakan karena peran strategisnya. Seperti kata pepatah: amateurs talk about tactics, but professional study logistics.
Author: Valian Danendra/*ron
Sumber: Angkasa.co.id
TOKO FARSA DI TOKOPEDIA
 
TOKO FARSA DI BUKALAPAK

Selasa, 15 Desember 2015

Pindad Meluncurkan Kendaraan Tempur Lapis Baja "Badak"



JAKARTA --- PT PINDAD mengungkapkan inovasi terbaru di dalam kendaraan lapis baja:  kendaraan khusus 6 x 6 yang dilengkapi dengan meriam 90 mm. Perusahaan ini mengumumkan kehadiran produknya tersebut di tengah Indo Defence pameran, 5 November 2014 Rabu di Kemayoran, Jakarta.

BACA ARTIKEL LENGKAP

Indonesia Membangun Pangkalan Militer Dekat Laut China Selatan


Zachary Keck

Indonesia sedang mengembangkan rencana untuk membangun pangkalan militer baru di Laut Cina Selatan, menurut laporan media lokal. 
 
Pada hari Jumat (10/07/15), Jakarta Post melaporkan bahwa para pejabat Indonesia sedang mempersiapkan rencana untuk membangun pangkalan militer baru di suatu tempat dekat Laut Cina Selatan, yang tengah menghadapi adanya peningkatan ketegangan sengketa atas klaim kedaulatan bersaing. Laporan itu mengatakan Kementerian Pertahanan Indonesia dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengadakan pertemuan pada Jumat untuk membahas lokasi potensial untuk pangkalan itu.

BACA ARTIKEL LENGKAP 
 

Kamis, 26 November 2015

Pembicaraan Rusia-Indonesia Tentang Pembelian Pesawat Tempur Jet Sukhoi Su-35 "Berjalan Dengan Baik"


Indonesia kemungkinan akan menjadi negara kedua setelah China yang membeli jet tempur buatan Rusia, Sukhoi Su-35 (kode NATO: Flanker-E), kata sebuah sumber di lembaga militer dan kerjasama teknis dengan negara-negara asing Rusia kepada kantor berita TASS, Rabu. Pembicaraan Rusia-Indonesia tentang pengiriman batch jet tempur Su-35 kini berada pada tahap perbincangan mengenai aspek teknis dan komersial dari rencana pembelian pesawat tersebut.